NASIHAT IMAM MALIK

Menjadi pendiri dari salah satu empat mazhab bersama dengan Imam Syafi’i, Imam Hanafi, dan Imam Hambali, nama Imam Malik tentu sudah tidak asing lagi di telinga kaum muslimin.

Bernama lengkap Abu Abdullah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Haris bin Gaimah bin Kutail bin Amr bin Haris Al-Asbahi, Imam Malik adalah seorang yang menguasai banyak bidang keilmuan. Beliau juga menjadi guru bagi para tokoh besar Islam macam Khalifah Al-Mansur, khalifah Al-Mahdi, khalifah Al-Hadi dan Khalifah Harun Al-Rasyid.

Dengan ilmu yang dimiliki sekaligus menjadi seorang yang dihormati oleh para tokoh Islam, tentu membuat sosok Imam Malik tampak begitu bijaksana. Hal ini terbukti dengan kata-kata bijak Imam Malik yang menjadi ungkapan penuh makna.

Kata-kata bijak Imam Malik juga cocok dijadikan motivasi bagi kita dalam menuntut ilmu. Kata-kata bijak Imam Malik juga mengajarkan kita tentang menyikapi kehidupan. Pesan-pesan yang disampaikan dalam kata-kata bijak Imam Malik juga terdengar bijak dan penuh dengan nasehat.

Bagi Anda yang sedang berjuang menuntut ilmu, atau pun yang sedang mencari motivasi, kata-kata ini cocok untuk dijadikan sebagai sebuah nasehat.

 

1. “ Bukan ilmu yang harus datang kepadamu, tapi kamulah yang seharusnya datang menjemput ilmu.”

2. “ Pelajarilah adab (budi pekerti) sebelum mempelajari suatu ilmu.”

3. “Pengetahuan tidak datang tetapi Anda harus mencarinya.”

4. “ Sesungguhnya ilmu ini adalah daging dan darahmu, dan pada hari kiamat kelak kamu akan ditanya tentangnya. Maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambilnya.”

5. “ Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang: 1) Orang bodoh yang nyata kebodohannya, 2) Shahibu hawa' (pengikut hawa nafsu) yang mengajak agar mengikuti hawa nafsunya, 3) Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 4) Seorang yang shalih dan mulia yang tidak mengetahui hadis yang ia sampaikan.”

6. “ Orang beriman itu bagaikan mutiara. Di manapun dia berada, keindahan selalu ada dalam dirinya.”

7. “ Siapa yang ingin memiliki hati yang terbuka, maka biarkanlah amal kebaikan yang ia lakukan sembunyi-bunyi lebih baik daripada amal kebaikan yang tampak.”

8. “Lebih baik bagi seorang pria untuk meninggalkan satu dirham haram daripada memberikan seratus ribu dalam bentuk amal.”

9. “ Ilmu itu bukan sekedar banyak menghafal riwayat, namun ilmu adalah cahaya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala letakkan pada hati seorang hamba.”

10. “Sesungguhnya, ketika seorang pria mulai memuji dirinya sendiri, maka kehormatannya akan meninggalkannya.”

11. “ Berusahalah untuk selalu berada di sekeliling orang yang memotivasi kamu ke arah yang positif.”

12. “ Hasad adalah seseorang yang berangan-angan akan hilangnya nikmat dari saudaranya, baik nikmat agama ataupun dunia.”

13. “ Sunnah itu bagaikan bahtera Nabi Nuh. Barangsiapa yang menaikinya, maka ia akan selamat. Barangsiapa menyelisihinya, maka ia akan tenggelam.”

14. “ Jangan biarkan orang yang menyesatkan masuk ke telingamu. Kamu tidak tahu seperti apa masalah yang bisa muncul di dalam dirimu.”

15. “Patuhi ayahmu dan jangan melanggar ibumu.”

16. “Barangsiapa yang mempraktikkan tasawwuf tanpa mempelajari Hukum Suci merusak imannya, sedangkan ia yang mempelajari Hukum Suci tanpa mempraktikkan tasawwuf merusak dirinya sendiri. Hanya dia yang menggabungkan keduanya membuktikan benar.”

17. “ Aku hanyalah manusia biasa yang kadang benar dan kadang juga salah. Maka telitilah setiap pendapat yang kalian dengar dariku. Ambillah pendapatku jika memang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Dan tinggalkan pendapatku jika tidak sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah.”

18. “Zuhud itu bukanlah ketiadaan harta, tetapi mengosongkan hati daripadanya.”

19. “Generasi terakhir ummah ini hanya dapat direformasi oleh generasi yang direformasi. Apa yang bukan bagian dari agama maka tidak bisa menjadi bagian dari agama sekarang.”

20. “Menangis karena takut kepada Allah lebih dicintai daripada menyumbangkan berat emas saya sendiri.”

Komentar