Mutiara Nasihat Mbah Maimoen
K.H. Maimoen Zubair (90) wafat di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, Selasa pagi, 6 Agustus 2019. Wafatnya ulama kharismatis ini bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat dunia. Terutama bagi masyarakat dunia yang merindukan hidup tenteram dan penuh toleransi.
Pria yang akrab disapa Mbah Moen itu pergi untuk selamanya seolah ingin meninggalkan negasi bahwa tugas mulianya sudah purna. Ia wafat saat bukan saat sedang sakit, dalam kondisi suci, hendak salat, ketika menjalankan rukun Islam kelima.
Tugas suci Mbah Moen tidak semata-mata mengajarkan ilmu agama bagi ribuan santrinya di Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang, Sarang, Jawa Tengah. Lebih dari itu, Mbah Moen juga banyak mengajarkan soal pentingnya hidup bertoleransi, pentingnya cinta tanah air, menghormati perbedaan, menyeimbangkan orientasi kehidupan dunia dan akhirat.
Semasa hidupnya, Mbah Moen adalah tempat bertanya. Ia serupa kamus berjalan yang bisa menjawab semua pertanyaan terkait masalah agama maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia sangat dihormati oleh K.H. Abdurrahman Wahid, K.H. Mustofa Bisri, maupun oleh para kiai muda.
Nasihat-nasihat kerap menghunjam, mengalir dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami– biasanya dalam bahasa Jawa — , menyejukkan, dan kontekstual. Nasihat-nasihat yang mungkin jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan yang pernah disampaikan Mbah Moen itulah salah satu warisan terbaik Mbah Moen.
Nasihat-nasihat itu disampaikan Mbah Moen di berbagai kesempatan, baik saat bertemu dengan para santrinya, pada acara-acara NU, maupun pada saat merespons fenomena sosial masyarakat. Isinya tentang banyak hal dan tidak langsung melulu tentang agama.
Tentang keikhlasan guru dalam mengajar misalnya, Mbah Moen mengatakan: “Yang paling hebat dari seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa satu di antara mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.”
Sementara soal kyai yang tidak ikhlas mengajar Mbah Moen mengungkapkan dengan kritikan halus tetapi cukup menohok: “Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang.”
Adapun tentang toleransi Mbah Moen memberikan nasihat: “Perbedaan tak perlu dibesar-besarkan sehingga kita bisa hidup rukun. Yang penting kita umat Islam itu hablumminallah harus dikuatkan dan habluminannas harus dijaga dengan baik”. Nasihat ini diungkapkan Mbah Moen pada saat peringatan hari ulang tahun ke-91 Nahdlatul Ulama (NU) pada 2014 lalu.
Dari banyak mutiara nasihat Mbah Moen, berikut ini 26 Quotes yang dihimpun dari berbagai sumber baik dari kalangan santri NU maupun sumber-sumber lain:
- Islam tak akan roboh karena menghormati agama lain
2. Perbedaan tak perlu dibesar-besarkan sehingga kita bisahidup rukun. Yang penting kita umat Islam itu hablumminallah harus dikuatkan dan habluminannas harus dijaga dengan baik (Mbah Moen pada saat Harlah ke-91 NU (2014).
3. Sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang solehah, sebaik-baiknya harta adalah anak yang soleh-solehah pula. Inilah kenikmatan akhirat yang nanti akan dinikmati keluarga mukmin.
4. Termasuk tanda kiamat itu ketika orang sudah tak mau bertani karena untungnya sedikit.
5. Yang paling hebat dari seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar.Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa satu di antara mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.
6. Jangan mudah buruk sangka biar tidak gelap dan tidak sengsara.
7. Orang yang baik itu tidak menyelepekan dosa meskipun kecil dan tidak sombong ketika punya amal meskipun banyak.
8. Jika engkau bukan orang yang menguasai ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anamku. Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meskipun engkau berada di alam kuburmu.
9. Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang.
10. Orang di dunia itu ada yang senang dan ada yang susah. Semua itu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kalau di akhirat susah terus yaitu ketika di Neraka, dan senang terus ketika di surga.
11. Untuk orang Islam ketika susah disabari dan ketika senang disyukuri.
12. Bagusnya dunia itu ketika pisah antara bagus dan jelek, sebaliknya jeleknya dunia itu ketika campur antara bagus dan jelek.
13. Bagus-bagusnya orang itu ialah orang yang bertaqwa, yaitu tidak mau melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar semuanya ditinggal
14. Zaman akhir itu banyak orang yang mendemo Tuhan yaitu dengan cara Istighosah, seolah-olah seperti mengatur Tuhan.
15. Ayah saya pernah mengatakan bahwa banyak orang yang tahu perkara satu tetapi yang lain tidak diketahui, seperti halnya orang tahunya hanya bab haji saja, atau shodaqoh pembangunan masjid saja, tetapi tidak tau bahwa sodaqoh itu juga ada yang buat fakir miskin.
16. Dunia itu menjadi contoh atau cermin di akhirat.
17. Allah itu membuat apa saja sebab diri sendiri ‘Bunga berat berkembang sendiri.
18. Rasulullah telah bersabda yang artinya: Orang kaya itu akan membuat kota sendiri-sendiri, sedangkan orang miskin nanti akan membuat desa sendiri-sendiri.
19. Semua barang itu akan hilang, orang makan daging juga akan hilang dagingnya, tetapi ada yang tidak hilang yaitu Ruh, ini pemberian lansung dari Allah tanpa proses.
20. Yang namanya Wali kalau kelihatan itu sudah tidak disiplin Wali, karena Wali itu tidak boleh dicontoh, karena tingkahnya selalu berselisih dengan kebiasaan.
21. Tanda wali itu sudah tidak bisa berkomunikasi dengan manusia karena kalau berdiskusi dengan manusia biasanya tidak bisa dzikir dengan Allah.
22. Sesuatu yang bagus itu tidak kelihatan, dan akan kelihatan ketika ada yang tidak bagus, contoh kamu tau terang kalau sudah gelap, dan kamu tau Allah ketika kamu tau selain Allah.
23. Orang ketika salat malam mengajak-ajak berati itu menandakan tidak begitu ikhlas, karena waktu malam itu waktu istirahat, kalau mau salat memang dari keinginan diri sendir.
24. Seberapa senangnya orang bangun dari kubur, seberapa senangnya di akhirat.
25. Orang ketika keluar dari kandungan sang Ibu harus susah, sedangkan keluar dari dunia yaitu meninggal harus senang ini alamatnya orang akan senang.
26. Manusia baik itu tidak berubah sikapnya di kala senang dan susah.
Berikut 20 Nasehat Mbah Moen bahasa Jawa dan terjemahannya:
1. Wong Yahudi iku biyen gelem mulang angger dibayar, tapi akehe kiyai saiki ngalor ngidul karo rokoan ora gelem mulang nak ora dibayar, gelem mulang angger dibayar.
(Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang).
2. Wong neng dunyo iku ono bungahe lan ono susahe, kabeh iku supoyo biso dadek’ake parek marang Allah, Tapi nak neng akhirat nak susah susah tok rupane nang neroko, tapi nak seneng yo seneng tok rupane neng suargo
(Orang di dunia itu ada yang senang dan ada yang susah. Semua itu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kalau di akhirat susah terus yaitu ketika di Neraka, dan senang terus ketika di Surga).
3. Kanggone wong islam nak susah yo disabari nak bungah disyukuri.
(Untuk orang Islam ketika susah disabari dan ketika senang disyukuri).
4. Apik-apik’e dunyo iku nalikone pisah antarane apik lan olo. Sakwali’e, elek-elek’e dunyo iku nalikone campur antarane apik lan olo. Mulane apik iku kanggone wong Islam, lan elek iku kanggone wong kafir.
(Bagusnya dunia itu ketika pisah antara bagus dan jelek, sebaliknya jeleknya dunia itu ketika campur antara bagus dan jelek).
5. Apik-apik’e wong iku taqwo marang Allah yoiku ora ngelakoni doso mboh iku doso cilik utowo doso gede kabeh iku di inggal.
(Bagus-bagusnya orang itu ialah orang yang bertaqwa, yaitu tidak mau melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar semuanya ditinggal).
6. Zaman akhir iku senengane podo ngatur pangeran. yaiku podo akeh-akehan istighosahan koyo-koyo demo marang pangeran.
(Zaman akhir itu banyak orang yang mendemo Tuhan yaitu dengan cara Istighosah, seolah-olah seperti mengatur Tuhan).
7.Ngandikone bapakku :
ﺣََِﻔَﻂ َﺷُﻴﺌﺎ ﻭﻏﺎ ﺑﺖ ﻋﻨﻪ اﺷﻴﺎﺀ
akehe wong iku ngertine pekoro siji liyane ora ngerti koyo dene wong haji ngertine mong bab kaji, pembangunan masjid yo iku tok, ora ngerti bahwa sodakoh iku yo ono wong miskin mbarang.
(Ayah saya pernah mengatakan bahwa banyak orang yang tahu perkara satu tetapi yang lain tidak diketahui, seperti halnya orang tahunya hanya bab haji atau shodaqoh pembangunan masjid saja, tetapi tidak tahu bahwa sodaqoh itu juga ada yang buat fakir miskin).
8. Nak wong ahli toriqoh utowo ahli tasawuf iku ora ono bedone doso iku gede utowo cilik podo bae kabeh didohi.
(Kalau orang Ahli Toriqoh atau Tasawuf tidak ada bedanya dosa itu baik besar atau kecil semuanya ditinggalkan).
9. Wong iku seng apik ora kena nyepeleake doso senajan cilik, lan ora keno anggak karo amal senajan akeh amale.
(Orang itu yang bagus ialah tidak menyepelekan dosa meskipun kecil dan tidak sombong ketika punya amal meskipun banyak).
10. Dunyo iku dadi tepo tulodone neng akhirat:
الدنيا مراة في الاخرة
(Dunia itu menjadi contoh atau cermin di akhirat).
11. Ngalamate Qiamat iku angger wong tani iku wes aras-arasen tani, mergo untunge iku sitik.
(Termasuk tanda Qiyamat itu orang sudah malas untuk bertani, karena untungnya sedikit).
12. Gusti Allah iku gawe opo bae mergo sebab awae dewe ‘kembang seberat mekar dewe’.
(Allah itu membuat apa saja sebab diri sendiri ‘Bunga berat berkembang sendiri’).
13. Nabi bersabda : ﺍﻧﻜﻢ ﺳﺘﻤﺼﺮﻭﻥ ﺍﻣﺼﺎﺭﺍ seng artine kuwe kabeh ko bakal gawe kota dewe-dewe.
Wong sugih iku ko bakal gawe kota dewe-dewe, wong mlarat iku podo gawe deso dewe-dewe.
(Bahwasannya nabi telah bersabda yang artinya: Orang kaya itu akan membuat kota sendiri-sendiri, sedangkan orang Miskin nanti akan membuat desa sendiri-sendiri).
14. Endi-endi barang iku bakale ilang. Wong mangan daging eyo bakale ilang, tapi ono seng ora ilang, iyoiku barang seng ora ketok koyo dene ruh, kang ora sebab opo-opo, langsung pepareng soko Allah ora melalui proses.
(Semua barang itu akan hilang, orang makan daging juga akan hilang dagingnya, tetapi ada yang tidak hilang yaitu Ruh, ini pemberian lansung dari Allah tanpa proses).
15. Wali iku nak katok iku wes ora disiplin wali, masalahe wali iku ora keno kanggo conto, asale tingkahe iku selalu nulayani adat.
(Yang namanya Wali kalau kelihatan itu sudah tidak disiplin Wali, karena Wali itu tidak boleh dicontoh, karena tingkahnya selalu berselisih dengan kebiasaan).
16. Alamate wali iku wes ora biso guneman karo menungso, masalahe wong nak guneman karo menungso iku yo ora biso dzikir karo Allah
(Tanda wali itu sudah tidak bisa berkomunikasi dengan manusia karena kalau berdiskusi dengan manusia biasanya tidak bisa dzikir dengan Allah).
17. Barang yen positif iku ora katon , bisone katon iku angger ono negatif, koyo kuwe biso reti padang yen wes weruh peteng, wong biso ngerti Allah angger wes ngerti liyane Allah.
(Sesuatu yang bagus itu tidak kelihatan, dan akan kelihatan ketika ada yang tidak bagus, contoh kamu tau terang kalau sudah gelap, dan kamu tau Allah ketika kamu tau selain Allah).
18. Wong iku yen solat bengi kok ajak-ajak iku berati ora pati ikhlas, masalahe mbengi iku wayah turu, lah wong solat iku kudune soko karepe dewe.
(Orang ketika salat malam mengajak-ajak berati itu menandakan tidak begitu ikhlas, karena waktu malam itu waktu istirahat, kalau mau salat memang dari keinginan diri sendiri).
19. Sepiro senenge tangi soko kubur, iku sepiro enakke neng alam akhirat.
(Seberapa senangnya orang bangun dari kubur, seberapa senangnya di akhirat).
20. Wong naliko metu soko wetenge simbok iku kudu susah, tapi yen wong metu soko dunyo alias mati iku kudu roso seneng, iki alamate wong seng bakal urip seneng.
(Orang ketika keluar dari kandungan sang Ibu harus susah, sedangkan keluar dari dunia yaitu meninggal harus senang ini alamatnya orang akan senang).
Komentar
Posting Komentar