Mutiara Sufi Imam Syafi'i

Kata Mutiara Sufi Imam Syafi'i

“Barangsiapa yang dipancing untuk marah, namun ia tidak marah, maka dia tak ubahnya keledai, dan barangsiapa yang diminta keridhaannya namun tidak ridha, maka dia adalah syetan.”

(Imam Syafi’i)


“Besarnya rasa takut itu sesuai dengan kapasitas ilmunya. Tiada seorang alim pun yang ia takuti kecuali kepada Allah Swt. Yang merasa aman akan marah Allah Swt, dialah si-jahil. Yang merasa takut akan marah Allah Swt, dialah si-arif.”

(Imam Syafi’i)

“Kepandaian itu ada dalam masalah agama, bukan dalam masalah keturunan, kalau saja kepandaian diukur dalam masalah keturunan, maka tak ada satu orang pun yang cakap seperti Fatimah putri Rasulullah Saw dan putri-putri beliau yang lain.”

(Imam Syafi’i)


“Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an, maka mulia nilainya. Barangsiapa berbicara tentang fiqih, maka akan berkembang kemampuannya. Barangsiapa menulis Hadits, maka akan kuat hujjahnya. Barangsiapa mengkaji bahasa, maka akan lembut tabiatnya. Barangsiapa mengkaji ilmu hitung, maka akan sehat pikirannya. Barangsiapa tidak menjaga jiwanya, maka ilmunya tidak akan berguna baginya.”

(Imam Syafi’i)

“Apabila sikap hatimu selalu rela dengan apa yang ada maka tak ada perbedaan bagimu antara dirimu sendiri dan para hartawan.”

(Imam Syafi’i)


”Jika engkau melihat seseorang berjalan di atas air dan bisa terbang di udara, maka janganlah kehebatan itu menjadikan engkau lengah dan terheran-heran kepadanya, sampai engkau mengetahui secara persis atas apa yang di kerjakannya itu berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.“

(Imam Syafi’i)

“Sebuah keterlambatan tak akan mengurangi rizkimu. Dan rizkimu pun tak akan bertambah dengan kepayahan badanmu.”

(Imam Syafi’i)


”Tiada kesusahan yang kekal, tiada kegembiraan yang abadi, tiada kefakiran yang lama, tiada kemakmuran yang lestari.“

(Imam Syafi’i)

“Dunia hanyalah bangkai yang berbau yang dimakan anjing-anjing. Anjing-anjing itu hanya ingin menarik-narik dan merobeknya.

Apabila engkau menghindarinya maka dirimu akan selamat apabila engkau ikut menariknya berarti engkau berebutan dengan anjing.”

(Imam Syafi’i)

Manusia dapat disatukan….
Namun akalnya tetap berbeda….
Baik dalam masalah “sastra” maupun dalam masalah “hitungan”

 – Imam Syafi'i

Banyak orang berbicara tentang hal ihwal wanita,….
Konon mencintai wanita terlalu dalam adalah ujian hidup yang pedih….

 – Imam Syafi'i

Kenapa engkau meremehkan nilai doa kepada Allah…
Apakah engkau tahu apa yang dihasilkan oleh doa..?.
Ibarat panah di malam hari, ia tidak akan meleset…Namun ia punya batas dan setiap batas ada saatnya selesai..

 – Imam Syafi'i

Bisa jadi Singa yang buas “mati kelaparan” di rimbanya…
Sebab daging-daging domba dimakan oleh sang anjing….
Hamba sahaya yang hina, terkadang tidur di atas sutera…Sedang bangsawan mulia tidur di atas gundukan debu…

 – Imam Syafi'i

“Tidak ada seorangpun yang hidup dengan tanpa adanya orang yang dicintai dan orang yang dibenci, kalau memang demikian realitasnya, maka hendaknya ia senantiasa bersama orang-orang yang taat kepada Allah Swt.”

(Imam Syafi’i)

“Karakter umum manusia adalah pelit, termasuk hal yang menjadi kebiasaannya adalah apabila ada orang yang mendekatinya, maka ia akan menjauhinya, dan apabila ada orang yang menjauh darinya, iapun akan mendekati orang itu.”

(Imam Syafi’i)

Tak ubahnya “emas” semuanya berwarna kuning….
namun tidak semua emas punya nilai yang sama….
Kayu-kayu cendana bila tidak semerbak baunya….orang tak dapat membedakan mana “cendana” dan mana “kayu bakar”.

- Imam Syafi'i

“Jika terdapat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, maka mulailah dari yang terpenting dan mendesak.”

(Imam Syafi’i)


“Barangsiapa menyimpan rahasianya, maka kebaikan ada di tangannya.”

(Imam Syafi’i)

“Berapa banyak orang yang telah berbuat kebajikan kepadamu yang membuatmu terbelenggu dengannya, dan berapa banyak orang yang memperlakukanmu dengan kasar dan ia memberi kebebasan kepadamu.”

(Imam Syafi’i)


“Barangsiapa yang ditertawakan karena suatu masalah, maka ia tidak akan pernah melupakan masalah tersebut.”

(Imam Syafi’i)

“Orang yang berakal adalah mereka yang dapat menjaga dirinya dari segala perbuatan tercela.”

(Imam Syafi’i)


“Tiada kebahagiaan yang menyamai persahabatan dengan saudara yang satu keyakinan, dan tiada kesedihan yang menyamai perpisahan dengan mereka.”

(Imam Syafi’i)

“Tidak termasuk saudaramu orang yang senang mencari muka di hadapanmu.”

(Imam Syafi’i)


“Barangsiapa benar dalam berukhuwah dengan saudaranya, maka kekurangannya akan diterima, kelemahannya akan ditutupi dan kesalahan-kesalahannya dima’afkan.”

(Imam Syafi’i)

“Bersihkan pendengaran kalian dari hal-hal yang tidak baik, sebagaimana kalian membersihkan mulut kalian dari kata-kata kotor, sesungguhnya orang yang mendengar itu tidak jauh berbeda dengan yang berucap. Sesungguhnya orang bodoh itu melihat sesuatu yang paling jelek dalam dirinya, kemudian ia berkeinginan untuk menumpahkannya dalam diri kalian, andaikan kalimat yang terlontarkan dari orang bodoh itu dikembalikan kepadanya, niscaya orang yang mengembalikan itu akan merasa bahagia, begitu juga dengan kehinaan bagi orang yang melontarkannya.”

(Imam Syafi’i)

“Orang yang paling Zhalim adalah mereka yang melakukan kezhaliman itu pada dirinya sendiri. Bentuk kezhaliman itu adalah : orang yang bersikap tawadhu’ ( rendah hati ) di depan orang yang tidak menghargainya. menumpahkan kasih sayangnya kepada orang yang tidak ada nilai manfaat. mendapat pujian dari orang yang tidak dikenalnya.

(Imam Syafi’i)


“Siapa yang menginginkan khusnul khotimah dipenghujung umurnya, hendaknya ia berprasangka baik kepada manusia.”
(Imam Syafi’i)

“Dosa-dosa-ku kelihatan terlalu besar buatku, tapi setelah kubandingkan dengan keampunan-Mu, ternyata keampunan-Mu jauh lebih besar.”

(Imam Syafi’i)


“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun serasa sempit.”

(Imam Syafi’i)


“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu.”

(Imam Syafi’i)


“Sebesar-besar aib (keburukan) adalah kamu mengira keburukan orang lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam diri kamu sendiri.”

(Imam Syafi’i)


“Aku mampu berhujah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada 1 orang yang jahil karena ia tidak tahu akan landasan ilmu.”

(Imam Syafi’i)


“Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak: maka ia akan menjadi keruh lalu membusuk.”

(Imam Syafi’i)

“Barangsiapa mengadu domba untuk kepentinganmu, maka dia akan mengadu domba dirimu; dan barangsiapa menyampaikan fitnah kepadamu, maka ia akan memfitnahmu.”

(Imam Syafi’i)


“Barangsiapa jika engkau menyenangkannya, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu. Begitu juga ketika kau membuatnya marah, dia berkata : pada dirimu ada yang bukan milikmu.”

(Imam Syafi’i)


“Tak akan sempurna (akal) seorang laki-laki, kecuali dengan empat hal; beragama, amanah, pemeliharaan dan penjagaan diri, serta ketenangan dan ketabahan.”

(Imam Syafi’i)


“Sebaik-baik harta simpanan adalah taqwa, dan sejelek-jeleknya adalah sikap permusuhan.”

(Imam Syafi’i)

“Siasat manusia jauh lebih dahsyat dari siasat binatang.”

(Imam Syafi’i)


“Keluarga manapun yang wanita-wanitanya tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang bukan anggota keluarga, dan laki-lakinya tidak pernah bertemu dengan wanita-wanita yang bukan dari keluarganya, niscaya akan ada dari anak-anak mereka yang bodoh (karena-kuper).”

(Imam Syafi’i)


“Keridhaan semua manusia adalah satu hal yang mustahil untuk dicapai, dan tidak ada jalan untuk terselamatkan dari lidah mereka, maka lakukanlah apa yang bermanfaat untuk dirimu dan berpegang teguhlah dengannya.”

(Imam Syafi’i)

“Kedermawanan dan kemuliaan adalah dua hal yang dapat menutupi aib.”
“Manusia yang paling tinggi kedudukannya adalah mereka yang tidak melihat kedudukan dirinya, dan manusia yang paling banyak memiliki kelebihan adalah mereka yang tidak melihat kelebihan dirinya.”

(Imam Syafi’i)

Komentar