Ikuti Sunah dan Jauhi Bid'ah

IKUTI SUNNAH, JAUHI BID'AH DAN DOSA
Disalin dari Kitab 'BIMBINGAN ISLAM UNTUK PRIBADI DAN MASAYARAKAT'
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

IKUTILAH SUNNAH RASUL DAN JANGAN MELAKUKAN BIDAH


Bidah ada dua macam yaitu duniawi dan keagamaan :
  1. Bidah duniawi ada dua macam: bidah yang negatif, seperti bioskop, TV, Vedeo dan sejenisnya yang dapat merusak akhlak dan membahayakan masyarakat. Bahaya tersebut terjadi akibat film-film yang ditampilkannya. Tapi ada bidah yang positif seperti kapal terbang, mobil, telepon dan lain-lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan mempermudah urusannya.
  2. Bidah keagamaan: yaitu yang tidak pernah ada pada zaman Rasululloh dan para sahabat sesudahnya. Bidah ini dilakukan dalam ibadah dan agama. Bentuk bidah ini merupakan bentuk bidah yang ditolak oleh Islam dan dihukum dengan sesat.
    1. Allah سبحانه و تعالي berfirman :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ
“Apalah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah.” (QS. Syura: 21).
    1. Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang melakukan pekerjaan yang tidak ada pada sunnahku, maka pekerjaan tersebut tidak diterima.” (HR. Muslim).
    1. Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Hati-hatilah terhadapa hal-hal yang baru, karena setiap hal yang baru itu bidah dan setiap bidaah itu kesesatan.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Trimidzi dan ia berkata Hasan Shahih).
    1. Rasululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:
إِنَّ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعَهَا
“Sesungguhnya Allah menutup taubat setiap orang yang melakukan bidah sampai ia meninggalkannya. (HR. Tabrani dan yang lainnya, Shahih).
    1. Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata: setiap bidah itu kesesatan meski dianggap orang sebagai hal baik.
    2. Imam Malik berkata: barangsiapa yang mengadakan dalam Islam suatu bidah yang dianggapnya baik, maka ia telah menuduh bahwa Muhammad telah melakukan penghianatan terhadap risalah, karena sesungguhnya Allah سبحانه و تعالي berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nimatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3).
    1. Imam Syafii رحمه الله berkata: barangsiapa yang melakukan istihsan berarti telah membuat syariat, jika istihsan diperbolehkan dalam agama, tentu hal itu diperbolehkan juga bagi kaum intelektual yang tak beriman, dan diperbolehkan pula dilakukan dalam setiap masalah agama serta setiap orang dapat membuat syariat baru bagi dirinya.
    2. Ghadlif رحمه الله berkata: suatu bidah tidak akan muncul kecuali ditinggalkanya sunnah.
    3. Hasan Basri رحمه الله mengatakan: janganlah kamu bersahabat dengan ahli bidah sehingga hatimu sakit.
    4. Huzaifah رضي الله عنه berkata: setiap ibadah yang tidak dilakukan oleh para sahabat Rasululloh صلي الله عليه وسلم jangan kamu lakukan.

Komentar